Pengaruh Orientalisme dalam Studi Islam di Indonesia

06:15 ubbadul adzkiya' 0 Comments


Pandangan masyarakat terhadap Orientalisme selalu menuai pro dan kontra, di Indonesia juga mengakami hal yang sama bahwa orintalis dipandang negative oleh sebagian orang karena mereka merongrong akidah keislaman.  
Di Indonesia menurut saya ada sedikit ketakutan yang luar biasa terhadap kajian keislaman di luar mainstream, para akademisi maupun intelektual yang memiliki pandangan berbeda tentang permasalahan keagamaan akan mudah sekali di cap sebagai orang liberal, dan tentu dikaitkan dengan antek-antek barat. Nah, ini yang disebut sebagai orientalis masa sekarang di Indonesia.
Terlepas dari pandangan negative terhadap mereka sebetulnya banyak sekali sumbangsih pemikiran keislaman dalam memandang suatu permasalahan. Kita tentu sadar bahwa selama ini kita hanya merasa besar dan benar sendiri tanpa ada kajian akademis kritis yang menjadikan kita yakin atas kebenaran karena sebuah penggalian mendalam.
Rasa kepercayaan kita tentu tidak akan berubah dengan adanya kajian kritis terhadap islam, tapi kita akan berupaya menggali apa benar pendapat/temuan yang ditemukan oleh orientalis.
Banyak kontribusi orientalis yang dunia keislaman, diantaranya dengan kajian mereka menjadikan islam kaya akan literature. Selain kaya dari kuantitasnya kita juga mendapat tambahan dari aspek metodologis yang mereka gunakan dalam mengkaji islam. Dengan adanya orientalis umat islam juga diuntungkan dengan banyaknya institusi-institusi yang mengkaji islam, ini bisa menjadi motivasi bagi umat islam untuk bisa mendirikan institusi semacam itu, tidak hanya barat yang melakukan kajian tentang islam.
Selama ini umat islam percaya atas kebenaran ajarannya hanya bersifat dogmatis dan melihat islam sebagai barang jadi, dengan adanya kajian orientalis umat islam bisa melihat kajian ilmiah terhadap apa yang mereka yakini selama ini.
Kontribusi orientalis lainnya adalah mempercepat kebangkitan islam, Dapatkah atau mungkinkah akar-akar kebangkitan Islam dilacak dari tradisi orientalisme? Salah satu wujud kebangkitan Islam adalah keterlibatan aktif umat Islam dalam memberikan jawaban-jawaban konseptual atas tantangan-tantangan perubahan sosial yang diakibatkan oleh proses modernisasi. Tidak ada cara lain dalam melakukan ini kecuali kaum intelektual Muslim berfikir keras menangkap makna universal Al-Qur'an dan secara dinamis mentafsirkan ayat-ayatnya agar relevan dengan situasi zaman yang bagaimanapun. Sehingga islam benar-benar menjadi agama untuk semua dan diterima semua meski dalam perbedaan.     
** Respon Paper Kuliah Studi Agama Kontekstual

0 komentar: