Beberapa Tokoh Ekonomi Dunia

20:28 Ubbadul Adzkiya' 0 Comments

John Clark
Merupakan tokoh yang terkenal dari Marginalist School, dalam sumbangsing perekonomiannya ia menjelaskan tentang prinsip ‘utilitas marginal’ dan aplikasinya dalam masalah distribusi dan produksi. Clark menentang politik ekonomi klasik dan kemudian mengenalkan tentang ‘social value’ dalam prinsip ekonomi, jadi bukan hanya prinsip kemakmuran yang dicapai dalam ekonomi.

John von Neumann and Oskar Morgenstern
Menerbitkan theory of games and economic behavior, yakni pendekatan teori permainan dalam ilmu ekonomi. Permainan ini terdiri dari sekumpulan peraturan yang membangun situasi bersaing dari dua sampai beberapa orang atau kelompok dengan memilih strategi yang dibangun untuk memaksimalkan kemenangan sendiri atau pun untuk meminimalkan kemenangan lawan. Peraturan-peraturan menentukan kemungkinan tindakan untuk setiap pemain.


Ronald Coase
Dengan dua karya terkenalnya memperkenalkan konsep biaya transaksi untuk menjelaskan ukuran perusahaan, dalam the nature of the firm (1937). Dan juga menyebutkan tentang hak kepemilikan yang baik bisa menyelesaikan masalah ekternalitas, dalam the problem of social cost (1960). Adagium terkenal yang sering dikutip darinya adalah if you torture the data long enough, it will confess (bila anda cukup lama menganiaya data, data itu akan mengaku).

Gary Becker
Adalah peraih nobel ekonomi tahun 1992, ia menerapkan prinsip ekonomi untuk “membaca” perilaku manusia. Dengan menggunakan model analisis ekonomi ia bisa mempelajari sejumlah hal seperti kriminalitas, diskriminasi, kecanduan, populasi, dan keluarga. Ia telah berhasil memperluar jangkauan ekonomi ke non pasar, yaitu perilaku manusia.

Douglas C. North
Adalah peraih nobel di bidang ekonomi tahun 1993, penghargaan tersebut berkat jasanya memperbaharui riset dalam penelitian sejarah ekonomi dan metode-metode kuantitatif. Selama ini banyak pakar yang mengabaikaan peran institusi dalam roda ekonomi, dan mengangap pasar sebagai satu-satunya penggerak roda ekonomi. Menurutnya itu adalah keliru, sebab peran institusi baik politik maupun ekonomi, tidak kalah pentingnya dalam pembangunan ekonomi.

Amartya Sen
Adalah peraih nobel 1998 dari India, ia menunjukkan pentingnya kebebasan dan hak politik masyarakat. Keduanya dapat mencegah terjadinya petaka politik dan ekonomi yang lebih buruk. Ketika semuanya berjalan lancar, kebebasan dan hak politik mungkin tak terasa memikat. Tetapi, dalam kesulitan sosial dan ekonomi, institusi ekonomi dan politik yang baik menjadi begitu penting..

Robert Lucas
Menjelaskan tentang hubungan uang dengan siklus ekonomi dalam karyanya some international evidence on output-inflation trade-offs (1973), ia menyimpulkan bahwa hanya perubahan-perubahan yang tidak terantisipasi saja yang dapat mempengaruhi output riil. Akan tetapi jika perubahan-perubahan tersebut dapat diantisipasi dengan baik oleh pelaku ekonomi, dampaknya terhadap output riil menjadi nihil. Jika sebaliknya, justru hanya akan menimbulkan inflasi belaka.

Daniel Kahneman
Psikolog keturunan Yahudi yang meraih nobel ekonomi tahun 2002, secara umum yang menjadi konsennya adalah menggabungkan ekonomi dan psikologi untuk menjelaskan mengapa orang menghargai keuntungan dan kerugian yang berbeda. Dan kemudian dikenal dengan Teori Prospek; menunjukkan bahwa orang menghargai kerugian dan keuntungan dalam sudut pandang yang berbeda.

Amos Tversky
Adalah psikolog yang melakukan penelitian bersama dengan Kahneman, yang kemudian memunculkan teori prospek. Aspek pentingnya dari teorinya adalah bahwa keuntungan dan kerugian tidak relevan tanpa titik acuan awal. Sehingga berimplikasi ketika seseorang mengambil sebuah keputusan tidak hanya berdasar pada hasil yang mereka ketahui, namun berdasar pada kondisi saat mengambil keputusan dan bagaimana hasil yang akan dicapai.

Sumber:
Sumitro Djojohadikusumo, 1991, Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta
Deliarnov, Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Rajawali Press, Jakarta
Wikipedia.co.id

0 komentar: